Topik : 

Aset di Rujab DPRD TTS Hilang : Itu Pengkhianatan Terhadap Amanah Rakyat

Reporter : Jack
  • Bagikan
20250428 222723

Forum Pemerhati Demokrasi Timor desak usut tuntas hilangnya perlengkapan negara di rumah jabatan DPRD TTS. Serukan akuntabilitas pejabat!

Timor Savana.Com, Soe – Forum Pemerhati Demokrasi Timor (FPDT) mengecam keras raibnya perlengkapan negara di tiga rumah jabatan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Nongki Linome, Kepala Divisi Investigasi dan Advokasi FPDT, menyebut peristiwa ini sebagai potret rusaknya rasa malu dan tanggung jawab para pejabat terhadap aset negara yang dibeli dari keringat rakyat.

“Rumah jabatan adalah simbol kehormatan pejabat publik. Ketika perlengkapannya raib tanpa jejak, itu bukan sekadar kehilangan barang—itu penghianatan terhadap rakyat,” kata Nongki dalam keterangan tertulis yang diterima media, Senin (28/4).

Menurut Nongki, hingga kini tidak ada pertanggungjawaban yang jelas. Tak satu pun pejabat terkait yang berani tampil menjelaskan siapa penghuni lama, siapa penghuni baru, dan kemana aset negara itu hilang.
“Diam mereka adalah tanda, bahwa kekuasaan lebih diutamakan daripada kejujuran,” tegasnya.

FPDT menilai hilangnya aset negara di rumah jabatan ini bukan persoalan teknis, tetapi persoalan integritas. Bungkamnya DPRD, Pemerintah Daerah, Sekretariat Dewan, dan Inspektorat memperlihatkan pola pembiaran yang bisa melahirkan budaya impunitas di tubuh pemerintahan daerah.

FPDT menuntut:

1. Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengambil alih pengusutan, menyeret pihak-pihak yang terlibat ke ranah hukum.
2. Sekretariat DPRD TTS harus dibuka ke publik: siapa penghuni sebelumnya, siapa pengguna sekarang, dan detail perlengkapan yang hilang.
3. Audit total oleh Inspektorat TTS terhadap seluruh rumah jabatan, dengan hasil audit diumumkan kepada masyarakat.
4. Pimpinan DPRD TTS wajib memberikan klarifikasi resmi kepada publik.

Nongki menegaskan, pembiaran terhadap kasus ini akan mengokohkan tradisi korupsi kecil-kecilan yang akhirnya menggerogoti kepercayaan rakyat.

“Jika pejabat tidak bisa menjaga barang milik negara, jangan harap mereka mampu menjaga kepentingan rakyat. Kami mendesak semua pihak untuk menghentikan diam berbahaya ini. Usut dan kembalikan aset negara!” tegas Nongki.

Forum Pemerhati Demokrasi Timor menyerukan agar rakyat TTS tidak diam.
“Ini bukan sekadar kursi dan meja yang hilang. Ini tentang kehormatan kita sebagai rakyat yang membayar harga atas kelalaian para pejabat,” tutup Nongki.

  • Bagikan