Bupati TTS batalkan pelantikan enam kepala desa setelah ditemukan kerugian negara Rp740 juta lebih. Ada desa yang sudah diproses di kejaksaan.
Timor Savana.Com, Soe – Pelantikan kepala desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mendadak berubah jadi drama skandal anggaran. Enam desa yang dijadwalkan dilantik hari ini, Selasa (15/4/2025), secara resmi dibatalkan oleh Bupati Eduard Markus Lioe (Buce Lioe).
Alasannya: ada temuan kerugian negara lebih dari Rp740 juta berdasarkan audit Inspektorat. Beberapa desa bahkan sudah memasuki ranah hukum di Kejaksaan Negeri TTS.
Berikut daftar enam desa yang gagal dilantik beserta dugaan kerugian negara yang membayangi:
Desa Olais
– Kerugian Negara: Rp225.334.435,43
– Status: Belum ada pengembalian dana
– Salah satu temuan terbesar, belum ada upaya itikad baik dari pihak desa.
Desa Oehan
-Kerugian Negara: Rp244.869.922
– Baru Dikembalikan: Rp44.992.500
Desa Oebo
– Kerugian Negara: Rp78.020.679
– Status: Belum dikembalikan
Desa Oenino
– Kerugian Negara: Rp37.778.709
– Status: Belum dikembalikan
Desa Naip
– Kerugian Negara: Rp48.647.214
– Status: Belum dikembalikan
Desa Oe Ekam
-Kerugian Negara: Rp106.938.067
– Baru Dikembalikan: Rp11.996.182
Total kerugian negara dari enam desa: Rp741.589.026,43
“Saya tidak mau mengambil risiko. Jangan sampai hari ini dilantik, besok ditetapkan tersangka,” tegas Bupati Buce Lioe saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya.
Wakil Bupati Johny Army Konay, SH., MH, mengakui bahwa informasi ini datang mendadak, namun langsung direspons cepat demi mencegah krisis legitimasi dan skandal politik lebih besar.
Pembatalan ini mengirim sinyal keras:
Tidak ada tempat bagi calon kepala desa yang terlibat penyimpangan keuangan. Benarkah pelantikan baru akan dijadwalkan setelah semua pihak menyelesaikan temuan inspektorat secara tuntas?
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













