Dalam konteks Perubahan status Cagar Alam Mutis menjadi Taman Nasional WALHI NTT mengkhawatirkan akan membawa sejumlah dampak negatif, di antaranya:
Kerusakan Ekosistem: Peningkatan aktivitas manusia di kawasan yang sebelumnya dilindungi dapat mengancam keanekaragaman hayati dan merusak keseimbangan ekosistem.
Eksploitasi Sumber Daya Alam: Tekanan untuk memanfaatkan sumber daya alam seperti hutan dan air secara berlebihan akan meningkat.
Konflik Sosial: Perubahan tata guna lahan dan masuknya investasi besar dapat memicu konflik antara masyarakat adat dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan ekonomi di kawasan tersebut.
Hilangnya Keunikan Budaya: Masyarakat adat yang hidup bergantung pada alam di kawasan Mutis berisiko kehilangan identitas budaya dan mata pencaharian mereka.
Upaya Mencari Solusi
Menanggapi perubahan tersebut, WALHI NTT berencana melakukan diskusi multipihak untuk melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk masyarakat adat, pemerintah, dan akademisi, dalam mencari solusi terbaik. “Kami ingin semua pihak duduk bersama untuk membahas dampak dari perubahan status ini,” kata Umbu.
Selain itu, WALHI NTT juga akan mengirimkan surat penolakan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta menggalang dukungan masyarakat untuk menolak perubahan status Cagar Alam Mutis.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













