WALHI NTT Tolak Perubahan Status Cagar Alam Mutis, Duga Ada Kepentingan Korporat

Reporter : Jack Editor: MN
  • Bagikan
IMG 20241205 125215
Tangkapan Layar Google Earth Taman Nasional Mutis

Kupang, TimorSavana.com – Perubahan status Cagar Alam Mutis menjadi Taman Nasional terus menuai kontroversi. Keputusan ini dikhawatirkan akan berdampak signifikan terhadap kelestarian ekosistem dan kehidupan masyarakat adat yang bergantung pada kawasan tersebut.

Deputi WALHI NTT, Yuvensius Stefanus Nonga, menyoroti adanya pola yang sama dengan Taman Nasional Komodo. “Jika kita lihat sejarah Taman Nasional Komodo, ada konversi zona inti menjadi zona pemanfaatan yang kemudian diserahkan kepada korporasi pariwisata,” ujar Yuven. Ia menduga hal serupa bisa terjadi di Mutis.

“Tidak mungkin perubahan status ini semata-mata untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kecil. Pasti ada kepentingan bisnis di baliknya,” tegas Yuven.

Senada dengan itu, Direktur WALHI NTT, Umbu Wulang Tanaamah Paranggi, juga melihat adanya potensi eksploitasi besar-besaran di kawasan Mutis pasca perubahan status. “Dengan status taman nasional, zona pemanfaatan akan diperluas. Ini membuka peluang bagi bisnis skala besar,” ungkapnya.

Umbu menjelaskan bahwa masyarakat adat yang selama ini hidup berdampingan dengan alam di kawasan Mutis berpotensi menjadi korban dari kebijakan ini. “Mereka yang akan paling merasakan dampak negatifnya,” ujarnya.

  • Bagikan