WALHI NTT meluncurkan TUAK LONTAR 2024 dengan tema “Tanpa Keadilan Ekologis untuk NTT”, menyoroti konflik ekologi, eksploitasi sumber daya alam, serta janji hilirisasi non-tambang. Dokumen ini juga membahas kesiapsiagaan bencana dan kebijakan pemulihan lingkungan.
Kupang, 21 Maret 2025 – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan dokumen Tinjauan Akhir Tahun Lingkungan Hidup Orang Nusa Tenggara Timur dan Resolusinya (TUAK LONTAR) 2024 dengan tema utama “Tanpa Keadilan Ekologis untuk NTT”. Peluncuran yang dilakukan secara hybrid ini menandai edisi keenam sejak pertama kali diterbitkan pada 2019.
Direktur WALHI NTT, Umbu Wulang Tanaamah Paranggi, dalam sambutannya menegaskan bahwa isu keadilan ekologis harus menjadi perhatian utama di NTT. Menurutnya, konflik ekologi yang terjadi semakin masif dan kerap menjadikan masyarakat adat sebagai korban eksploitasi sumber daya alam.
“Angin segar yang harus kita sampaikan ke ruang publik adalah bahwa pemimpin umat dan pemimpin religius kita sudah menyampaikan bahwa pembangunan, dalam bentuk apa pun, ketika mengabaikan aspek ekologis dan keberlanjutan lingkungan, wajib untuk disuarakan. Kita tidak boleh hanya diam melihat eksploitasi terus terjadi,” ujar Umbu Wulang.
Selain itu, dalam TUAK LONTAR 2024, WALHI NTT juga mengulas janji Gubernur NTT terkait ikon pembangunan periode 2025–2030, yaitu hilirisasi non-tambang. Umbu Wulang menegaskan bahwa konsep hilirisasi ini tidak boleh sekadar menjadi slogan politik.
“Kami mengingatkan bahwa kita pernah punya pengalaman di zaman gubernur sebelumnya yang juga menjadikan hilirisasi sebagai program utama, meskipun dengan bahasa yang berbeda. Kami tidak ingin hal ini hanya menjadi jargon tanpa implementasi nyata,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













