“Kita harus bertanya, apakah kita benar-benar siap menghadapi bencana ekologis yang akan terus mengancam NTT? Jika tidak ada kebijakan yang serius, maka kita hanya akan mengulang kesalahan yang sama setiap tahunnya,” tegasnya.
Selain itu, TUAK LONTAR 2024 juga mengangkat isu advokasi terkait kebijakan pemulihan lingkungan, baik di NTT maupun daerah lain seperti Pulau Sumatra.
“Dokumen ini bukan hanya evaluasi tahunan, tetapi juga alat untuk meminta masukan, kritik, dan penguatan agar gerakan lingkungan hidup di NTT semakin kuat. Kami berharap ini terus menjadi tradisi tahunan,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













