Menurut data BBKSDA NTT, kasus ini menambah daftar panjang serangan buaya di kawasan Danau Tuadale dan sekitarnya. Sejak tahun 2019 hingga awal 2025, total sudah tercatat 60 korban dengan rincian 31 orang meninggal dunia dan 29 lainnya mengalami luka-luka, bahkan cacat permanen.
Beberapa kasus serangan buaya yang pernah terjadi sebelumnya antara lain:
- 10 Februari 2025 –Jiky Orlando Benu (27 th), kehilangan tangan kanan akibat gigitan buaya.
- 2 Juni 2024 – Juan Srio Maak (15 th), diterkam buaya dari belakang saat menangkap ikan.
- 7 Desember 2022 – Shandra Aprilia Leneng (18 th), digigit buaya saat menangkap ikan dengan pukat.
Mengapa Buaya Menyerang Manusia?
Menurut IUCN Crocodile Specialist Group, ada beberapa alasan mengapa buaya menyerang manusia, di antaranya:
- Mencari Makan– Buaya adalah predator oportunis yang akan memangsa apapun yang sesuai dengan ukurannya, termasuk manusia.
- Mempertahankan Wilayah – Buaya sangat teritorial dan akan menyerang penyusup, termasuk manusia, di area mereka.
- Melindungi Sarang & Anak – Buaya betina sangat protektif terhadap sarangnya, terutama saat musim bertelur.
- Kesalahan Serangan – Dalam beberapa kasus, buaya menyerang karena mengira manusia sebagai mangsa lain seperti anjing atau hewan lainnya.
Peringatan & Langkah Pencegahan
Menghadapi tingginya angka serangan, BBKSDA NTT mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di sekitar danau dan sungai. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah:
- Hindarilokasi yang diketahui sebagai habitat buaya, terutama yang sudah dipasangi papan peringatan.
- Gunakan pagar pengaman saat mandi atau mencuci di sungai, seperti yang diterapkan di beberapa negara Afrika.
- Para nelayan perlu lebih waspada, terutama yang menangkap ikan menggunakan pukat, karena tercatat sebagai kelompok dengan korban terbanyak.
- Wisatawan atau pemancing wajib bertanya kepada warga setempat mengenai keamanan lokasi sebelum beraktivitas di perairan.
- Segera laporkan ke pihak berwenang jika melihat buaya di area publik.
Untuk pelaporan konflik satwa liar, masyarakat bisa menghubungi BBKSDA NTT melalui:
📞 Call Center : +62 811 3810 4999
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













