Satker PJN Wilayah IV BPJN NTT Catat Progres 93,61 Persen, Sejumlah Proyek Tuntas 100 Persen

Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20261016 WA0009

Kedua paket merupakan pekerjaan tahun jamak atau Multi-Year Contract (MYC) periode 2025–2026 dan kini telah diselesaikan.

Rampungnya pekerjaan tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan akses masyarakat, serta mendukung aktivitas perekonomian di daerah yang dilalui ruas jalan tersebut.

Lima Paket Penanganan Dampak Gempa Flores

Satker PJN Wilayah IV juga melaksanakan lima paket Penanganan Mendesak Tanggap Darurat untuk menangani dampak gempa bumi Flores.

Paket pertama berupa pengadaan bahan penanganan darurat dengan nilai sekitar Rp4,2 miliar. Pengadaan tersebut mencakup material untuk mendukung penanganan kerusakan dan kondisi darurat, antara lain bronjong serta geotekstil jenis woven dan non-woven.

Progres fisik paket pengadaan bahan tersebut tercatat sebesar 74,19 persen.

Paket kedua adalah PMTD pada ruas Jalan Aegela–Batas Kota Ende dan Danga–Aegela–Marapokot di wilayah PPK 4.1 dengan nilai anggaran Rp4.053.606.000. Pekerjaan tersebut telah mencapai progres 100 persen.

Paket ketiga berupa PMTD pada ruas Jalan Batas Kota Ende–Detusoko dengan nilai pekerjaan sekitar Rp190 juta. Paket ini juga telah diselesaikan.

Paket keempat adalah PMTD pada ruas Jalan Wolowaru–Batas Kota Maumere dengan nilai anggaran Rp62.735.000. Progres pekerjaan telah mencapai 100 persen.

Sementara paket kelima memiliki nilai anggaran Rp149.993.000 dan ditujukan untuk mendukung penanganan darurat pada ruas jalan terdampak.

Wely menjelaskan, pekerjaan tanggap darurat dilakukan untuk menangani kondisi yang membutuhkan tindakan segera, termasuk membersihkan material longsoran yang menghambat akses dan fungsi jalan.

Khusus di wilayah PPK 4.1, penanganan menjadi perhatian karena sebelumnya teridentifikasi sembilan titik longsoran dan kemudian muncul longsoran baru.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan penanganan di lapangan cukup besar. Karena itu, pekerjaan difokuskan pada pemulihan akses serta pembersihan material yang mengganggu fungsi jalan.

Baca Juga :  Syukuran dan Temu Pisah Ketua TP PKK Kota Kupang: Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Lebih Baik

Pemeliharaan Rutin Tetap Berjalan

Di luar paket kontraktual dan penanganan darurat, Satker PJN Wilayah IV tetap melaksanakan pemeliharaan jalan melalui pola swakelola.

Pekerjaan tersebut tersebar di sejumlah wilayah PPK dan mencakup kegiatan rutin seperti pemotongan rumput, pengendalian vegetasi di sekitar badan jalan, serta pembersihan saluran drainase.

Pemeliharaan rutin diperlukan untuk menjaga fungsi jalan, memastikan kelancaran aliran air, serta mengurangi risiko kerusakan akibat saluran tersumbat maupun vegetasi yang tidak terkendali.

Melalui kegiatan tersebut, Satker PJN Wilayah IV berupaya memastikan jalan nasional tetap dapat digunakan masyarakat secara aman dan nyaman.

Kejar Penyelesaian Paket Tersisa

Dengan progres fisik keseluruhan mencapai 93,61 persen hingga Oktober 2026, sejumlah paket pekerjaan Satker PJN Wilayah IV telah rampung, sementara paket lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

Pekerjaan yang telah mencapai progres 100 persen antara lain dua paket IJD serta sejumlah pekerjaan PMTD dan penanganan darurat pada ruas jalan terdampak bencana.

Sementara pembangunan akses jalan menuju hunian tetap masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki telah mencapai 94,73 persen dan penggantian Jembatan Waijelo mencapai 95,1 persen.

Satker PJN Wilayah IV terus mendorong penyelesaian paket pekerjaan yang masih berlangsung dengan tetap memperhatikan kualitas hasil pekerjaan.*

  • Bagikan