Rakor Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan NTT: Penekanan pada Ekonomi Sirkular dan Pengelolaan Berkelanjutan

  • Bagikan
IMG 20240912 WA0026

KUPANG – Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Dr. Andriko Noto Susanto membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Kamis (12/9/2024). Rakor ini bertujuan untuk menyusun strategi dan upaya dalam mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi di provinsi ini.

Dalam sambutannya, Andriko Noto Susanto mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi NTT, khususnya terkait pola bertani tebas bakar yang umum dilakukan masyarakat. Meskipun metode ini mengurangi biaya operasional, namun dapat menyebabkan penyebaran asap dan kebakaran yang meluas, merusak ekosistem savana yang dominan di NTT.

Andriko menekankan pentingnya mengadopsi prinsip ekonomi sirkular—renew, reuse, reduce, recycle, refurbish—untuk menghindari pola konsumsi dan pembuangan yang merusak bumi. Ia memperingatkan bahwa pemanasan global, yang diperkirakan akan menaikkan suhu bumi sebesar 3 derajat Celsius pada 2027-2028, dapat mengganggu produksi pangan dan memperburuk krisis air.

“Selama ini, kita hanya mengambil, menggunakan, dan membuang. Padahal, pola ekonomi sirkular yang tepat dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Andriko.

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
  • Bagikan