Melkianus Lubalu, saat dikonfirmasi pada 5 Oktober 2024, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah pusat, provinsi, dan daerah yang telah mempercayakan PT Dewanto Cipta Pratama sebagai pelaksana proyek. Dia juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang telah mendukung proses pembangunan tanpa hambatan. Menurutnya, Jembatan Liliba merupakan jalur strategis yang menghubungkan transportasi darat di Kota Kupang dan Bandara, dengan panjang 140 meter dan lebar 9,13 meter.
Melkianus menjelaskan bahwa proyek ini menggunakan rangka baja dengan struktur jembatan berupa plat lantai beton bertulang dan pondasi bore pile beton berdiameter 80 cm. Jembatan ini juga dilengkapi dua pilar utama setinggi 37 meter dan 23 meter, menjadikannya bagian penting dari infrastruktur yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat umum.
Lebih lanjut, Melkianus menekankan bahwa proyek ini tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, melainkan pada kepercayaan yang diberikan dan berkah yang diperoleh melalui pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap setelah rampung, Jembatan Liliba akan memperlancar transportasi di Kupang dan mencegah kemacetan yang sering terjadi, terutama di jalur menuju bandara. Rencananya, di sekitar jembatan akan dibangun taman rekreasi yang diharapkan menjadi ikon wisata baru di Kota Kupang,
Pembangunan jembatan ini diharapkan memberikan dampak positif pada semua aspek kehidupan masyarakat di daerah tersebut.
Melkianus Lubalu dikenal sebagai sosok pekerja keras yang selalu menyelesaikan setiap proyeknya dengan penuh dedikasi. Ia bersama istrinya, Mama Sien Wadoe, juga aktif dalam memberikan bantuan kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Kepedulian mereka terhadap masyarakat miskin menjadi teladan yang terus dikenang dan dihormati oleh masyarakat sekitar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













