“Jumlah tenaga kerja yang terlibat sekitar 30 orang, dengan belasan di antaranya merupakan tenaga terampil. Saat ini progres keseluruhan pekerjaan sudah mencapai sekitar 40 persen,” jelas Yosep.
Ia menambahkan, selain pembangunan struktur utama jembatan, paket pekerjaan juga mencakup pembangunan bangunan pelengkap pada sisi kiri dan kanan jembatan guna mendukung fungsi dan keamanan konstruksi.
Menurut Yosep, hingga saat ini pelaksanaan pekerjaan di lapangan berjalan lancar tanpa kendala berarti yang dapat menghambat progres proyek.
“Kami optimistis pekerjaan ini dapat diselesaikan sebelum batas waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak,” katanya.
Keberadaan Jembatan Lelone diharapkan dapat meningkatkan konektivitas masyarakat dan memperlancar mobilitas barang maupun jasa di wilayah Kabupaten TTU setelah rampung dikerjakan.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













