TTU,timorsavana.com – Pekerjaan Penggantian Jembatan Lelone di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, terus berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Hingga pertengahan Juni 2026, progres fisik proyek tersebut telah mencapai sekitar 40 persen dan masih berada dalam kondisi on schedule.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 pada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Dirmala, S.ST., mengatakan bahwa meskipun kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memberikan dampak terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan, pihak penyedia jasa tetap berkomitmen menyelesaikan proyek sesuai target kontrak.
“Untuk progres sampai saat ini masih on schedule. Sementara untuk kenaikan BBM dampaknya pasti ada, namun penyedia masih berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak. Kami juga berharap ada kebijakan dari pemerintah pusat terkait dampak kenaikan BBM terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur,” ujar Dirmala.
Proyek Penggantian Jembatan Lelone memiliki panjang bentang 10 meter dengan nilai kontrak sebesar Rp5.264.586.000 yang bersumber dari APBN. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Rahayu Indah Perdana dengan pengawasan dari PT Maha Charisma Adiguna KSO.
Berdasarkan data proyek, kontrak pekerjaan ditandatangani pada 26 Februari 2026 dengan Nomor Kontrak HK0201/T/BPJN11.7.4/2026/105. Sementara Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan pada 27 Februari 2026 dengan Nomor HK0201/T/BPJN11.7.4/2026/111.
Pengawas Lapangan, Yosep Sefni, menjelaskan bahwa saat ini pekerjaan difokuskan pada pembesian abutmen jembatan. Selain itu, pekerjaan pengecoran untuk perletakan balok juga telah selesai dilaksanakan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













