Bangun Kesadaran Sejak Dini, Mahasiswa MBKM Unwira Kupang Gagas Program Kebersihan di SMPN 7 Amarasi

Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260613 WA0011

“Kolaborasi mahasiswa, Pemerintah Desa Oesena, dan SMPN 7 Amarasi dorong terbentuknya budaya hidup bersih dan ramah lingkungan sejak dini”

Kupang,timorsavana.com — Pada Sabtu, 06 Juni 2026, SMPN 7 Amarasi, Desa Oesena, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang menjadi lokasi pelaksanaan launching program kerja individu bertajuk “Peran Pemerintah Desa dalam Pengelolaan Sampah di SMP Negeri 7 Amarasi” yang digagas oleh Felix Heryo Hasman Ranjang, atau yang akrab disapa Felix, salah satu mahasiswa dari 17 mahasiswa/i MBKM Desa Binaan Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang yang saat ini bertugas di Desa Oesena. Kegiatan ini dihadiri oleh siswa-siswi SMPN 7 Amarasi, para guru, Kepala Sekolah, seluruh mahasiswa/i MBKM, serta Kepala Desa Oesena selaku mitra kerja sama.

Program ini hadir sebagai langkah antisipatif terhadap persoalan sampah yang kerap dianggap sepele namun berpotensi menimbulkan dampak serius jika tidak disikapi sejak dini. Melalui program ini, Felix bertujuan membantu pemerintah desa dalam merancang sistem penanganan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran warga sekolah tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat dan ramah lingkungan.

Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah yang sekaligus membuka acara secara resmi, sambutan dari Kepala Desa Oesena, dan pemaparan program kerja oleh Felix kepada seluruh peserta yang hadir.

Kepala Sekolah SMPN 7 Amarasi, Ibu Petronela Namtonis, S.Pd., Gr., menyambut hangat kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa meski program yang dihadirkan tergolong sederhana, namun maknanya sangat dalam karena kebersihan lingkungan sekolah adalah tanggung jawab yang harus dipikul bersama.

“Kami ucapkan terima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa Unwira yang sudah hadir di SMPN 7 Amarasi ini untuk kesekian kalinya. Kami juga mengapresiasi program yang dibawa oleh kakak Felix terkait pengelolaan sampah di lingkungan sekolah kami. Program ini mungkin terlihat sederhana, tapi bagi kami ini adalah sesuatu yang sangat berharga karena kebersihan lingkungan sekolah adalah tanggung jawab kita bersama. Kami berharap semoga apa yang sudah dirancang oleh kakak-kakak mahasiswa ini, khususnya program pengelolaan sampah ini, dapat menjadi contoh dan kebiasaan baik bagi siswa-siswi di sini ke depannya,”

Baca Juga :  Mantan Wakil Bupati Sumba Barat Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi

ujar Petronela.

Setelah sambutan, Felix memaparkan tujuan dan substansi program kerjanya secara langsung kepada para peserta. Ia menegaskan bahwa program ini bukan hanya tentang membuang sampah pada tempatnya, tetapi tentang membangun pola pikir dan kebiasaan jangka panjang yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“Program ini bertujuan untuk membantu pemerintah desa dalam menerapkan sistem penanganan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, meningkatkan pengetahuan serta kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, dan mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat dan ramah lingkungan di sekolah,”jelas Felix.

Sebagai bentuk kontribusi nyata, Felix juga menyerahkan dua buah tempat sampah kepada pihak sekolah pada kesempatan tersebut. Penyerahan ini menjadi langkah awal yang konkret agar program yang digagasnya tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan langsung memberikan manfaat bagi lingkungan SMPN 7 Amarasi.

Kepala Desa Oesena,Nelson F. Boymau, selaku mitra kerja sama turut memberikan penguatan. Beliau membuka sambutannya dengan mengajak seluruh peserta melihat persoalan sampah secara lebih luas melalui perbandingan nyata yang terjadi di berbagai daerah.

  • Bagikan