“Di NTT khususnya di Desa Oesena, kita belum terlalu merasakan bagaimana sampah ini mengakibatkan efek buruk kepada kita. Tapi kalau kita ke Kupang, kita melihat bagaimana sampah berserakan di pinggir jalan. Kita lihat di Jawa, sampahnya bahkan sudah menggunung. Budaya hidup bersih itu harus dimulai sejak dini. Kalau dari sekarang kita tidak membangun kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, maka apa yang terjadi di Kupang dan di Jawa itu bisa terjadi juga di desa kita ke depannya,”ujarnya.
Pak Nelson juga mengingatkan bahwa kebersihan sejatinya bukan hanya soal sampah yang terlihat di lingkungan sekitar, melainkan dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.
“Kebersihan itu bukan hanya soal sampah yang berserakan di jalan. Kebersihan itu dimulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari. Contoh sederhana, baju seragam yang kalian pakai ke sekolah itu harus dicuci setiap hari setelah dipakai. Kenapa? Karena seragam itu menyerap keringat, debu, dan kuman selama kalian beraktivitas seharian. Kalau tidak dicuci dan dipakai lagi besok, kuman itu akan menempel di kulit kalian dan bisa menimbulkan penyakit. Jadi kebersihan diri dan kebersihan lingkungan itu saling berkaitan,”tegasnya.
Di penghujung sambutannya, Nelson menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi titik awal perubahan nyata bagi lingkungan sekolah dan desa.
“Harapan saya, melalui program yang dibawa adik Felix ini, anak-anak di sini bisa mulai belajar menjaga kebersihan lingkungan dari sekarang. Memang saat ini kita di Desa Oesena belum terlalu merasakan dampak buruk dari sampah, tapi bukan berarti kita boleh abai. Justru karena belum parah, ini waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan yang baik. Kepada bapak ibu guru, saya juga berharap agar terus membimbing dan mengingatkan anak-anak dalam hal ini,”pungkas Nelson.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dari seluruh peserta dan ditutup dengan doa serta sesi foto bersama. Melalui program kerja individu ini, Felix tidak hanya membawa gagasan, tetapi juga aksi nyata berupa penyerahan tempat sampah yang langsung dapat digunakan oleh warga SMPN 7 Amarasi. Langkah sederhana ini diharapkan menjadi awal dari perubahan kebiasaan yang lebih besar bagi seluruh warga sekolah ke depannya.
Narahubung : Felix Heryo Hasman Ranjang
Instansi : Prodi Ilmu Pemerintahan, Unwira Kupang
Program : MBKM Desa Binaan — Desa Oesena, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang,
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













