“Untuk titik longsoran saat ini masih tahap persiapan. Paling lambat minggu depan sudah mulai dikerjakan,” ujarnya.
Selain itu, pekerjaan perapihan dan pembersihan area proyek juga belum dilakukan secara menyeluruh karena masih menunggu beberapa item pekerjaan selesai terlebih dahulu. Menurut Billy, proses pembersihan dan perapihan diperkirakan dapat dilakukan dalam satu hingga dua minggu ke depan.
“Sekarang memang belum masuk tahap perapihan. Namun satu atau dua minggu lagi sudah bisa dilakukan pembersihan area pekerjaan,” katanya.
Ia menambahkan, dalam paket preservasi tersebut juga terdapat item pekerjaan pengecoran bahu jalan guna meningkatkan fungsi dan keselamatan pengguna jalan.
Di tengah pelaksanaan proyek, Billy mengakui bahwa kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi kontraktor. Kenaikan tersebut berdampak langsung terhadap biaya operasional serta harga berbagai material konstruksi.
“BBM menjadi salah satu kendala utama karena kenaikannya cukup signifikan. Hampir semua item pekerjaan terdampak, termasuk harga material yang ikut naik. Namun karena kami sudah terikat kontrak, kami tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai target dengan kualitas yang baik,” tegasnya.
Meski menghadapi tekanan biaya akibat kenaikan BBM, PT Surya Raya Timur memastikan seluruh pekerjaan preservasi Jalan Oepoli–Winni akan tetap dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













