Kupang – Kolaborasi Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dan WALHI (Wahana Lingkungan Hidup) Nusa Tenggara Timur menginisiasi forum diskurusus intelektual dalam format seminar nasional 2024, yang berlangsung di Auditorium St. Hendrikus Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira)Kupang, Minggu 12 Mei 2024.
Dengan intensi untuk meningkatkan wawasan dan kritisisme masyarakat sipil dalam membedah jalinan peta aktor pembangunan di Nusa Tenggara Timur. Pada giliranya spirit epistemik dari politic of hope dalam upaya membedah politik ekologi di NTT menetaskan, pertama, partisipasi masyarakat sipil untuk mengakses pembangunan inklusif dan adil terhadap ekologi. Kedua, menyadarkan masyarakat sipil dan insan kampus (civitas academica) tentang bahaya kebijakan publik yang inkonsisten dan inkonsitusional dalam kerangkan nalar pembangunan. Serta mewujudkan deliberasi gagasan dari semua pihak/stakeholders/mahasiswa/civil society untuk berpartisipasi menjadi agen pembangunan sejati.
Seminar Nasional ini bertujuan membedah kuasa eksklusi negara menuju gerak praxis yang inklusif dan adil terhadap ekologi. Seiring menggugatnya nalar pembangunanisme telah mengeksklusi warga negara (citizen), ada warga yang diletakan di dasar piramida kurban untuk menopang kehendak penguasa dan pengusaha. Utopia penetesan kemakmuran ke lapisan grassroot serupa ilusi penenang yang meninabobokan, alih-alih memekanisasi lingkungan hidup.
Pembanguan yang bukan saja menggusur lingkungan hidup namun sekaligus meredupkan pilar etika bangsa. Suatu kerusakan serius terhadap fondasi etis dan akal sehat warga negara. Isu lingkungan hidup dan energi saat ini menjadi global concern. Secara historis penggunaan energi untuk menopang pembangunan dimulai sejak James Watt menemukan mesin uap. Namun eksploitasi energi lebih lanjut berdampak buruk bagi lingkungan hidup dan perubahan iklim. Untuk merespon isu terebut maka terselengara Konferensi Stockhlom 1972, Declaration of Rio 1992, dan Paris Agreement 2015. Esensi dari seluruh forum internasional itu ialah membicarakan tentang pembangunan berwawasan ekologis dan humanis.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













