Soe,timorsavana.com– Rendahnya tingkat literasi dan numerasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani. Hingga saat ini, banyak siswa Sekolah Dasar (SD) di wilayah tersebut yang masih mengalami kesulitan dalam membaca dan berhitung. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS, Musa Benu, SH., menegaskan bahwa situasi ini membutuhkan intervensi segera agar anak-anak di TTS memiliki masa depan yang lebih baik.
“Kalau mau dilihat dari pencapaian literasi dan numerasi di SPN, memang kami di TTS masih rendah,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS. Ia menambahkan bahwa jika masalah ini tidak segera ditangani, generasi muda di TTS akan semakin tertinggal dalam dunia pendidikan dan sulit bersaing di masa depan.
Sebagai langkah awal, sejak tahun 2024, pihaknya telah menerapkan program Reading Camp di 540 SD. Program ini memetakan capaian literasi siswa berdasarkan lima tingkatan, mulai dari mereka yang sama sekali belum mengenal huruf hingga mereka yang sudah mampu membaca lancar dan memahami konteks bacaan. Namun, program ini masih memerlukan dukungan lebih lanjut agar dampaknya bisa dirasakan secara luas.
“Ini yang sementara dilakukan oleh sekolah-sekolah untuk kita lakukan pemetaan, dan setelah selesai pemetaan, masing-masing sekolah melakukan pendampingan untuk mendorong peningkatan baik dari level satu, dua, dan seterusnya. Minimal saat duduk di kelas lima, anak-anak itu sudah harus sampai di level lima,” jelasnya. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang tertinggal di level dasar, mengindikasikan perlunya strategi lebih agresif.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













