Pj. Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., secara resmi membuka acara Diseminasi Evaluasi Hasil Audit Kasus Stunting di Kota Kupang yang berlangsung di Hotel Kristal Kupang pada Selasa, 19 November 2024. Acara ini dihadiri berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB), tim pakar dari RSUD S.K. Lerik, camat, lurah, penyuluh KB, serta kepala puskesmas se-Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Linus mengapresiasi upaya semua pihak, khususnya Dinas P2KB dan Dinas Kesehatan, dalam menekan angka stunting yang saat ini mencapai 4.086 kasus. Ia menargetkan penurunan angka tersebut menjadi 2.000 kasus pada Februari 2025. Linus menekankan pentingnya penggunaan metodologi berbasis bukti ilmiah yang mencakup aspek kesehatan, gizi, sosial ekonomi, dan pola asuh agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran.
Selama acara, Linus berdialog dengan camat dan lurah untuk memetakan kondisi stunting di wilayah masing-masing. Beberapa kelurahan dengan angka stunting terendah, seperti Airmata, Tode Kisar, Merdeka, dan Mantasi, mendapat apresiasi karena berhasil mencatat jumlah kasus yang minim. Sebagai penghargaan, Linus berkomitmen meningkatkan dana operasional kelurahan pada 2025 dan mempertimbangkan promosi jabatan bagi lurah berprestasi.
Sebaliknya, wilayah dengan angka stunting tinggi seperti Kelurahan Lasiana, Oebufu, Oepura, dan Kelapa Lima mendapat perhatian khusus. Linus meminta audit mendalam di wilayah tersebut untuk memastikan data yang akurat dan intervensi yang efektif.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













