Korupsi di TTS semakin menjadi-jadi! Skandal embung, internet desa, radio Amanatun, dan PPPK merugikan negara miliaran rupiah. FPDT desak Kejari TTS bertindak tegas sebelum rakyat turun ke jalan!
Soe, Timor Savana.Com – Aroma busuk korupsi semakin menyengat di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Forum Pemerhati Demokrasi Timor (FPDT) dengan tegas menyoroti lambannya proses hukum terhadap berbagai kasus dugaan korupsi yang telahmerugikan rakyat. Ketua FPDT, Doni Tanoen, menegaskan dukungannya terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) TTS dalam menyelidiki kasus Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD TTS di Jakarta pada Februari 2025, namun ia juga mewanti-wanti agar kasus ini tidak berakhir seperti kasus-kasus lain yang diduga diabaikan.
“Kami mendukung penuh penyelidikan Bimtek DPRD TTS. Namun, ada kekhawatiran besar di masyarakat. Apakah kasus ini akan benar-benar tuntas, atau hanya sandiwara belaka? Kami ingin tahu, apakah penyelidikan ini sudah didukung LHP Inspektorat atau BPKP NTT? Dan siapa yang melaporkan? Jangan sampai kasus ini hanya berhenti pada beberapa orang saja, sementara yang lain bebas melenggang,” tegas Doni.
Selain kasus Bimtek, FPDT menyoroti skandal besar lain yang masih belum jelas ujungnya, salah satunya dugaan korupsi pembangunan delapan embung di TTS. Proyek yang seharusnya membantu masyarakat justru diduga menjadi ladang bancakan oknum-oknum tak bertanggung jawab.
“Delapan embung yang dibangun itu menjadi proyek sia-sia. Uang rakyat dihamburkan, tapi manfaatnya nihil. Hingga kini, Kejari TTS belum memberikan jawaban yang pasti. Apa yang terjadi? Mengapa kasus ini seperti ditelan bumi?” ujar Doni dengan nada geram.
Tidak hanya itu, FPDT juga mengecam keputusan penghentian penyelidikan (SP3) terhadap dua kasus besar lainnya, yaitu proyek internet desa dan pembangunan Radio Amanatun. Padahal, hasil audit telah menunjukkan adanya kerugian negara.
“Kami melihat ada kejanggalan besar. Mengapa dua kasus ini dihentikan? Bukankah perhitungan kerugian negara sudah ada? Ini menambah kecemasan kami bahwa kasus Bimtek DPRD TTS pun bisa mengalami nasib serupa – berakhir tanpa kejelasan,” lanjutnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













