Umbu mengajak semua pihak untuk tidak hanya melihat cendana sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat. Baginya, penyelamatan cendana harus sejalan dengan perlindungan hak-hak masyarakat adat atas tanah dan pohon mereka.
Gerakan Bersama untuk Masa Depan Cendana
Senada dengan Umbu Wulang, Panut Hadisiswoyo dari Green Justice Indonesia menyoroti betapa pentingnya peran cendana dalam ekosistem dan kehidupan masyarakat.
“Cendana bukan hanya sekadar pohon. Ia memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan budaya yang luar biasa bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Sumba. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, populasi cendana mengalami penurunan drastis akibat eksploitasi berlebihan, perubahan tata guna lahan, hingga kebijakan yang belum sepenuhnya mendukung pelestariannya.”
Panut tegas bahwa tanpa tindakan nyata, cendana akan semakin sulit ditemukan di masa depan. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian ini.
Dukungan penuh juga datang dari pemerintah Sumba Barat Daya, diwakilkan oleh Yohanes Djoe dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini dan menegaskan bahwa pemerintah siap mendukung penuh upaya pemulihan ekosistem cendana.
“Ini adalah sejarah yang diulang kembali tentang budidaya cendana, khususnya bagi masyarakat. Cendana memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi lebih dari itu, ia adalah bagian dari identitas dan budaya kita. Oleh karena itu, penting bagi kita memastikan bahwa upaya pelestarian dan penanaman kembali dilakukan dengan baik.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













