Forum DAS Nusa Tenggara Timur (NTT), bekerja sama dengan ICRAF Indonesia, mengundang masyarakat untuk berpartisipasi dalam sesi konsultasi publik terkait Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Terpadu (RPDAST) di DAS Benain dan Noelmina. Acara yang berlangsung di Kupang pada Rabu (02/10) ini bertujuan untuk mengumpulkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan terkait prioritas serta target pembangunan DAS di wilayah tersebut.
Saat ini, Forum DAS NTT tengah melakukan pemutakhiran RPDAST untuk DAS Benain dan Noelmina, menyusul evaluasi terhadap RPDAST periode 2010-2025. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa banyak program yang telah dirancang belum memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kapasitas penyangga lingkungan DAS.
Rancangan terbaru RPDAST ini disusun melalui kolaborasi antara Forum DAS NTT, ICRAF Indonesia, Pemerintah Provinsi NTT, serta BPDAS Benain Noelmina. Ketua Forum DAS NTT, Ludji Michael Riwu Kaho, menjelaskan bahwa rekomendasi dalam dokumen RPDAST tersebut mencakup langkah-langkah pengelolaan, pemulihan, pengawasan, dan pengembangan DAS yang memperhatikan kapasitas lingkungan dan potensi risikonya.
“DAS merupakan komponen vital dalam menjaga ketahanan lingkungan dan iklim. Ketika DAS dikelola dengan baik, vegetasi yang ada mampu menyerap air hujan dan menjaga ketersediaan air tanah, yang pada gilirannya dapat mengurangi risiko bencana terkait air, seperti banjir, kekeringan, dan tanah longsor,” kata Ludji.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













