Ia juga mengingatkan bahwa kawasan selatan NTT, termasuk Kota Kupang, memiliki sejarah terjadinya siklon tropis, seperti Siklon Tropis Seroja pada 2021 yang menyebabkan kerugian besar. “Situasi ini harus menjadi perhatian bersama, terutama untuk langkah mitigasi bencana,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Stasiun Meteorologi El Tari terus berkoordinasi dengan BPBD untuk menyampaikan informasi peringatan dini. Peringatan ini didasarkan pada data radar cuaca dan diberikan dua hingga tiga jam sebelum potensi hujan ekstrem terjadi. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke camat, lurah, dan tim kebencanaan di tingkat lokal.
BMKG meminta masyarakat untuk memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. “Kesadaran dan kesiapsiagaan semua pihak sangat penting untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem akibat bibit siklon ini,” tutupnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













