Topik : 

Kepala Stasiun Meteorologi Ingatkan Potensi Bibit Siklon 93S dan 94S di Selatan NTT

Reporter : Jack Editor: MN
  • Bagikan
IMG 20241220 112832
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Eltari Kupang, Sti Nenotek
Fenomena bibit siklon ini, menurutnya, menjadi ancaman nyata selama puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada akhir Januari hingga awal Februari 2025. Curah hujan yang meningkat 20-40% dari tahun sebelumnya akibat pengaruh La Nina turut memperbesar risiko bencana alam di wilayah NTT.
Baca Juga :  TTS Catat Angka Tertinggi Gagal Salurkan Dana Desa

Ia juga mengingatkan bahwa kawasan selatan NTT, termasuk Kota Kupang, memiliki sejarah terjadinya siklon tropis, seperti Siklon Tropis Seroja pada 2021 yang menyebabkan kerugian besar. “Situasi ini harus menjadi perhatian bersama, terutama untuk langkah mitigasi bencana,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Stasiun Meteorologi El Tari terus berkoordinasi dengan BPBD untuk menyampaikan informasi peringatan dini. Peringatan ini didasarkan pada data radar cuaca dan diberikan dua hingga tiga jam sebelum potensi hujan ekstrem terjadi. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke camat, lurah, dan tim kebencanaan di tingkat lokal.

BMKG meminta masyarakat untuk memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. “Kesadaran dan kesiapsiagaan semua pihak sangat penting untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem akibat bibit siklon ini,” tutupnya.

  • Bagikan