Warga Desa Fatuulan Tertipu Janji Meteran Murah

Reporter : Jack Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250422 145909

Warga Desa Fatuulan, TTS, tertipu janji meteran listrik murah oleh kepala desa. Uang Rp1 juta lenyap, meteran tak kunjung dipasang sejak November 2023.

Timor Savana.Com, Desa Fatuulan, TTS — “Bisa kok Kepala Desa buat kita begini. Siapa yang tidak marah?” ungkapan ini keluar dari mulut Ribka Natonis, warga Desa Fatuulan, yang merasa ditipu mentah-mentah oleh kepala desa mereka sendiri. Bukan hanya dia—sebanyak 44 warga lain juga mengalami hal serupa.

Semua bermula dari pengumuman menggiurkan: ada meteran listrik murah hanya seharga Rp500.000. Kepala desa menyebarkan kabar tersebut kepada warga dan mengajak mereka segera mendaftar karena jumlahnya terbatas. Ribka, seperti warga lainnya, tergiur dengan penawaran ini.

Baca Juga :  Warga Fatuulan Ambil Langkah Hukum Jika Uang Tak Dikembalikan

Tak ingin kehilangan kesempatan, Ribka mendatangi rumah kepala desa dan menyerahkan uang. Ia bahkan meminta agar satu rumahnya yang belum berlistrik bisa dipasangi meteran, sebagaimana dijanjikan. “Bapa, kalau masih ada yang harga lima ratus ribu, bantu kami satu rumah lagi,” ujar Ribka, berharap penuh.

Namun drama baru dimulai. Kepala desa berdalih rumah Ribka terlalu jauh dan butuh kabel panjang. Solusinya? Tambah satu meteran lagi sebagai pengantar. Ribka menyetujui dan menyetor Rp500.000 lagi beberapa hari kemudian, hingga total menjadi Rp1.000.000.

Ribka dan puluhan warga lainnya diminta untuk tetap tinggal di rumah, tak boleh pergi, demi menyambut petugas pemasangan. Mereka menurut. Tapi sejak November 2023 hingga kini, tak satu pun petugas datang. Janji demi janji hanya mengambang di udara.

“Meterannya belum datang”, “minggu ini akan dipasang”, “bulan depan pasti”, itulah kalimat yang terus diulang kepala desa setiap kali warga datang menagih. Tapi realitanya? Nihil. Meteran tak kunjung terlihat batang hidungnya.
Baca Juga :  Ketua Fraksi Perindo Dorong DPRD TTS Panggil Pihak Terkait Dugaan Penipuan pemasangan Meteran Listrik di Desa Fatuulan

Yang paling menyakitkan, warga percaya penuh. Tanpa kwitansi, tanpa bukti transaksi resmi. Ribka bahkan menyerahkan KTP-nya yang langsung difoto kepala desa. Semua karena dia yakin—karena ini orang kampung, bukan pendatang asing.

Kini harapan berubah jadi kemarahan. Uang satu juta rupiah hasil kerja keras dan pinjaman keluarga lenyap tak tentu arah. Dan kepala desa? Masih duduk nyaman di kursinya tanpa kejelasan, seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

  • Bagikan