BPBD NTT pastikan sistem pengendalian bencana online berjalan. Namun, peran Dinas Kominfo TTS dalam komunikasi darurat longsor Kuatae dan Kampung Sabu dipertanyakan.
Soe, TIMOR SAVANA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT memastikan sistem pengendalian bencana di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) berjalan secara online dan terhubung langsung dengan pusat. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pelaksana BPBD NTT, Cornelis Wadu, menanggapi bencana longsor yang melanda Kuatae dan Kampung Sabu di Kecamatan Kota Soe.
“Kita punya pusat pengendalian operasi yang beroperasi di Sekretariat BPBD Kabupaten. Itu secara online, terkoneksi dengan kami di BPBD Provinsi dan langsung ke pusat,” ujar Cornelis.
Selain itu, BPBD NTT juga berkolaborasi dengan BMKG untuk memberikan informasi terkait cuaca ekstrem dan kondisi alam melalui berbagai platform seperti Instagram, website, dan call center.
Namun, dalam pantauan Timorsavana.com, peran Dinas Kominfo TTS dalam mendukung komunikasi darurat bencana dinilai minim. Seharusnya, Dinas Kominfo berperan aktif dalam membangun jaringan komunikasi, menyebarluaskan informasi resmi, serta menangkal hoaks yang beredar di masyarakat. Sayangnya, hingga saat ini, keterlibatan mereka dalam penyebarluasan informasi terkait longsor di Kuatae dan Kampung Sabu masih belum terlihat signifikan.
Minimnya komunikasi dari Dinas Kominfo TTS ini berpotensi menciptakan disinformasi di tengah masyarakat yang membutuhkan informasi akurat dan cepat. Selain itu, kurangnya kemitraan dengan media dalam peliputan bencana juga memperburuk situasi, mengingat penyintas dan relawan sangat bergantung pada informasi yang valid dalam situasi darurat seperti ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













