Tiga difabel korban longsor di Soe, NTT, tak mendapat bantuan. Koordinator gereja membantah klaim BPBD: “Itu bohong!”
Soe, TIMOR SAVANA.COM, Tiga penyandang disabilitas korban longsor di Soe hingga kini belum mendapat bantuan sama sekali. Yakob Faot, seorang tunanetra, mengungsi di rumah Keluarga Nenohai di belakang GOR Nekmese. Ina Sonlai diungsikan ke Nunumeu dan Noni Kitu yang berlindung di rumah keluarga juga mengalami nasib serupa. Tidak ada bantuan dari pemerintah yang sampai kepada mereka.
Polce Nope Taifa, koordinator distribusi bantuan dari gereja Efata Soe, mengecam klaim BPBD yang menyebut telah menjangkau semua korban. “Itu bohong! Banyak korban, terutama yang difabel, belum tersentuh bantuan. Kami yang turun langsung ke lapangan, kami tahu situasi sebenarnya,” tegasnya dengan nada marah.
Menurutnya, distribusi logistik sejauh ini hanya dilakukan oleh gereja dan para pemuda setempat. “Kalau bukan karena gereja, banyak yang sudah kelaparan! Pemerintah mana? BPBD mana? Jangan cuma bicara di media, turun ke lapangan dan lihat sendiri!” ujarnya dengan geram.
Masyarakat setempat ikut mempertanyakan mengapa kelompok rentan seperti penyandang disabilitas tidak mendapat perhatian sama sekali. “Kami yang sehat saja kesulitan, bagaimana dengan mereka? Ini keterlaluan!” kata seorang warga.
Polce (sapaan akrab) mendesak pemerintah dan BPBD segera bertindak sebelum terlambat. “Jangan sampai ada korban yang mati dalam keterlantaran! Cukup sudah janji-janji kosong!” serunya
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













