Menjelang HUT RI ke-80, Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu tantang Pemkab Kupang tuntaskan infrastruktur jalan desa. Jalan rusak hambat ekonomi warga Ekateta, Kiuoni, hingga Amfoang.
Timor Savana, Kupang — Menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Umum Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu, Asten Bait, menantang Pemerintah Kabupaten Kupang untuk membuktikan kepeduliannya terhadap masyarakat kecil melalui pembangunan infrastruktur jalan.
Asten menegaskan bahwa kemerdekaan bukan hanya soal seremoni, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap hak-hak warga desa, khususnya terkait akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian.
“Bagi saya, Agustus adalah bulan kemenangan di atas penderitaan rakyat kecil, penuh tangisan dan harapan. Masyarakat sudah menunaikan kewajibannya seperti membayar pajak, tetapi hak mereka justru diabaikan,” ujarnya.
Ia menyoroti buruknya akses jalan di sejumlah desa di Kabupaten Kupang, yang hingga kini belum tersentuh pembangunan. Salah satunya adalah jalan penghubung Desa Ekateta dan Desa Kiuoni di Kecamatan Fatuleu.
Menurut Asten, kondisi jalan yang rusak parah menghambat aktivitas ekonomi warga. Padahal, kedua desa tersebut memiliki potensi hasil bumi yang besar, seperti kacang tanah, ubi kayu, asam, dan komoditas lainnya.
“Kalau jalan tidak diperhatikan, sama saja pemerintah membunuh masyarakat kecil itu sendiri. Infrastruktur adalah bagian dari tubuh masyarakat kampung,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













