Timorsavana.com||Kupang – Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyampaikan bahwa agenda kerja mereka untuk tahun 2025 akan tetap berjalan lancar meskipun ada penyesuaian anggaran. Kepala BPJN NTT, Agustinus Junianto ST MT, menegaskan bahwa meskipun anggaran tahun ini mengalami efisiensi, semua program jalan dan jembatan yang telah direncanakan tetap akan dilaksanakan dengan maksimal.
Pada tahun 2025, alokasi anggaran untuk BPJN NTT mencapai 782,3 Miliar Rupiah, namun yang diterima hanya sebesar 274,3 Miliar Rupiah. Anggaran ini tidak digunakan untuk pembangunan fisik, melainkan lebih banyak dialokasikan untuk pengawasan, perencanaan, dan administrasi proyek. Sementara itu, anggaran fisik untuk preservasi jalan diperkirakan sekitar 102 Miliar Rupiah.
Kepala BPJN NTT menjelaskan bahwa upaya pemeliharaan jalan nasional terus dilakukan, dengan tingkat kemantapan jalan diperkirakan mencapai 96,3% pada akhir tahun 2024. Namun, beberapa jalan nasional yang lebarnya masih di bawah 6 meter masih dalam tahap pemeliharaan.
Salah satu proyek besar yang akan terlaksana adalah pembangunan jembatan Oesapa yang semula dijadwalkan pada 2025, namun terpaksa mundur hingga 2026 karena efisiensi anggaran. “Kami menunggu jika ada dana yang tersedia, maka proyek akan dilanjutkan,” ujar Agustinus.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













