Untuk penanganan longsor di Takari, kepala Balai mengungkapkan bahwa lokasi tersebut mengalami dampak longsor akibat hujan tinggi yang menggerus jalan yang dibangun pada tahun 2002-2003. Penanganan longsor ini membutuhkan anggaran sekitar 43,5 Miliar Rupiah, dan telah dianggarkan untuk berbagai proyek rehabilitasi, termasuk perbaikan jembatan dan preservasi di Sumba.
Selain itu, BPJN NTT juga memprioritaskan perbaikan jalan berlubang yang tersebar di seluruh NTT. Tercatat ada 1.553 lubang jalan yang perlu diperbaiki. Hingga kini, progres perbaikan sudah mencapai 58,6%, dengan 445 lubang selesai diperbaiki pada 27 Maret 2025.
BPJN NTT juga menambahkan bahwa untuk memantau pelaksanaan proyek, mereka telah mendirikan 23 posko yang tersebar di berbagai wilayah NTT. Setiap posko sesuai dengan wilayah kerja masing-masing Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yang akan mengawasi lebih dari satu ruas jalan.
Kepala BPJN NTT menegaskan, meskipun anggaran terbatas, hal ini tidak akan menjadi hambatan untuk menyelesaikan proyek-proyek yang sudah direncanakan. “Kami tetap berkomitmen untuk memastikan semua proyek dan perbaikan jalan selesai tepat waktu,” pungkas Agustinus.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













