Politisi Nasdem itu mendesak Bupati TTS untuk tidak tinggal diam dan memberikan sanksi tegas terhadap Kepala Puskesmas Kapan serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pemanfaatan ambulans di seluruh puskesmas di Kabupaten TTS. Ia menilai, tindakan tegas ini diperlukan untuk memberikan efek jera dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Ambulans bukan mobil operasional kepala puskesmas tapi mobil untuk melayani masyarakat. Saya minta pak bupati untuk berikan ketegasan kepada semua kepala pemuskesmas melalui kepala dinas untuk menegaskan kembali pemanfaatan ambulans. Tindakan kepala puskesmas Kapan ini adalah tamparan keras bagi citra pelayanan kesehatan kita,” tandasnya.
Ia juga menyindir keras apabila kepala puskesmas membutuhkan kendaraan dinas, seharusnya mengajukan permohonan resmi, bukan malah menggunakan fasilitas ambulans secara serampangan hingga berujung pada insiden yang memalukan. “Jadi kalau kepala puskesmas mau pakai kendaraan dinas, silakan ajukan Kepada pak bupati supaya pengadaan kendaraan dinas itu, jangan pakai ambulans,” sentilnya pedas.
Baginya, insiden ini adalah puncak gunung es dari permasalahan yang lebih besar, yakni kurangnya pengawasan dan ketidaktegasan pemerintah daerah terhadap penyalahgunaan fasilitas publik. Ia berharap, kejadian ini menjadi momentum bagi perubahan mendasar dalam pengelolaan aset daerah, terutama yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan masyarakat. “Ini bukan hanya soal satu oknum, tapi soal sistem yang lemah dan perlu diperbaiki segera,” pungkasnya dengan nada penuh harap agar pemerintah daerah segera bertindak.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













