Dolfus Tuames Pimpin Revolusi Hijau di Timor Barat dengan Penanaman Kayu Putih dan Mete

Reporter : Jack
  • Bagikan
IMG 20241002 WA0002

Di bawah kepemimpinan Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain Noelmina, Dolfus Tuames, wilayah Timor Barat bersiap menghadapi salah satu kegiatan rehabilitasi terbesar yang pernah dilakukan di kawasan ini. Sebanyak 2.000 pohon akan ditanam di lahan seluas 500 hektar yang tersebar di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), dan Belu. Penanaman ini direncanakan dimulai pada pertengahan Oktober 2024, dengan target keterlibatan masyarakat yang diharapkan dapat menjaga kelestarian hutan dan memberikan nilai ekonomi berkelanjutan.

Dengan total 400 pohon per hektar, kegiatan ini akan mencakup 500 hektar di empat kabupaten. Jenis pohon yang ditanam terdiri dari kayu putih dan jambu mete, yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat lokal.

Selain menanam pohon, hasil yang kelak di dapat akan menghasilkan bahan baku yg melimpah sebagai dasar pertimbangan para pihak baik pemerintah maupun swasta membangun pabrik pengolahan minyak kayu putih maupun pengolahan mete sehingga terjadi peningkatan ekonomi masyarakat yang lebih tinggi

Kayu putih yang ditanam diprediksi sudah bisa dipanen dalam tiga tahun, dengan daun yang dapat dimanfaatkan untuk produksi minyak kayu putih. Sementara itu, jambu mete membutuhkan waktu 3-4 tahun sebelum mulai berbuah, dan diperkirakan stabil berproduksi dalam waktu 5-6 tahun.

  • Bagikan