Ary juga menyebut Jokowi sebagai sosok pemimpin yang dirindukan masyarakat karena dinilai sederhana, dekat dengan rakyat, dan lebih banyak bekerja daripada menyampaikan retorika.
“Kami rindu pemimpin seperti Jokowi. Yang bekerja, bukan hanya berbicara. Yang hadir, bukan hanya berjanji,” katanya.
Ia berharap dapat bertemu langsung dengan Jokowi untuk menyampaikan rasa terima kasih sekaligus menyuarakan berbagai harapan masyarakat NTT yang masih menantikan pemerataan pembangunan.
Menurut Ary, kunjungan tersebut seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni semata. Momentum itu diharapkan menjadi pengingat bahwa NTT masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak agar dapat terus berkembang dan mengejar ketertinggalan.
“Kunjungan ini harus jadi lebih dari seremoni. Ini harus jadi pesan bahwa NTT layak diperjuangkan, layak maju, dan tidak boleh tertinggal,” tandasnya.
Di akhir pernyataannya, Ary menyampaikan sambutan terbuka kepada Jokowi yang akan berkunjung ke NTT.
“Selamat datang kembali di NTT, Bapak Jokowi. Di sini, kami masih menyimpan harapan, dan kami belum berhenti percaya,” tutupnya.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













