Bank NTT Berikan Bantuan Rumah Layak Huni kepada Warga Naikolan dari Dana CSR

Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250711 WA0032

Timorsavana. Com||Kupang – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyerahkan secara simbolis bantuan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang didanai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank NTT Tahun Anggaran 2024. Penyerahan dilakukan di Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, tepatnya di RT 11 RW 4, di halaman rumah milik salah satu penerima bantuan, Agustina Joni, Kamis (10/7).

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank NTT yang telah menunjukkan komitmen dan konsistensinya dalam mendukung program-program pro-rakyat Pemerintah Kota Kupang melalui skema CSR. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Tangguh Kelurahan Naikolan yang telah melaksanakan program ini secara transparan, akuntabel, dan profesional.

“Bank NTT ini selalu responsif dan komunikatif terhadap permintaan-permintaan kami. CSR dari Bank NTT adalah bentuk komitmen nyata terhadap pembangunan sosial. Bahkan saya harapkan ke depan bisa diperluas, agar lebih banyak warga mendapat manfaat,” ujar dr. Christian Widodo.

Ia menekankan bahwa bantuan ini bukan hanya pembangunan fisik rumah, tetapi juga merupakan simbol kolaborasi dan pelayanan publik yang berorientasi pada kemanusiaan. “Pemerintah bukan lagi semata-mata memerintah, tapi melayani. Memerintah adalah melayani. Dan pelayanan itu harus nyata,” tegasnya.

Wali Kota juga menyampaikan bahwa saat ini Pemkot tengah berupaya menyediakan berbagai bentuk bantuan sosial langsung kepada masyarakat, mulai dari pembangunan rumah, liang lahat gratis bagi keluarga kurang mampu, hingga dana pengaman kesehatan darurat di RSUD S.K. Lerik.

“Kalau ada warga yang mengalami gawat darurat dan belum memiliki KTP atau BPJS, kami tidak ingin mereka kehilangan nyawa hanya karena urusan administrasi. RSUD S.K. Lerik sudah siapkan dana pengaman Rp3 miliar. Selamatkan jiwa dulu, administrasinya belakangan,” jelasnya.

Baca Juga :  WALHI NTT Kuliti KPU Gegara Materi Debat

Ia pun menyinggung efisiensi anggaran yang dilakukan bersama Wakil Wali Kota. “Kami berdua bahkan tidak membeli mobil dinas baru demi mengalihkan anggaran ke program-program nyata seperti ini. Mobil lama masih bisa dipakai, yang penting rakyat merasakan manfaat kehadiran pemerintah,” tambahnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Wali Kota bidang Perekonomian dan Pembangunan, Plt. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bagian Hukum, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Camat Maulafa, dan para lurah se-Kecamatan Maulafa.

  • Bagikan