Advokat muda TTS, Arman Tanono, menilai Wakil Bupati TTS Jhony Army Konay gagal memahami akar persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia menyebut pernyataan sang wakil bupati seperti “baru bangun tidur”.
TTS,Timorsavana.com – Advokat muda Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Arman Tanono, S.H., menilai pernyataan Wakil Bupati TTS Jhony Army Konay, S.H., M.H. tentang tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak menunjukkan ketidakpahaman mendasar.
Arman bahkan menyebut pernyataan sang wakil bupati seperti “orang baru bangun tidur”.
Kritik keras itu disampaikan Arman setelah menyaksikan siaran langsung dialog antara Wakil Bupati TTS dan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, yang ditayangkan melalui halaman Facebook Pos Kupang.com pada Kamis, 31 Oktober 2025.
Dalam dialog tersebut, Jhony Army Konay menyebut bahwa tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di TTS disebabkan oleh faktor ekonomi dan infrastruktur, seperti minimnya penerangan dan kurangnya pengawasan CCTV di wilayah pedesaan.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab TTS berencana membentuk “polisi adat” dari unsur linmas desa untuk menjaga keamanan di tingkat lokal.
“kita rencanakan polisi adat,” ujar Army dalam forum itu.
Arman menilai pernyataan tersebut sangat tidak relevan dan keliru.
“Saya menonton video itu dan terus terang, saya merasa seperti Pak Wakil Bupati itu baru bangun tidur,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).
Menurut Arman, kekerasan terhadap perempuan dan anak di TTS bukan disebabkan oleh kurangnya penerangan atau kamera CCTV, melainkan karena faktor sosial dan perilaku.
“Kami ini praktisi hukum, kami tahu akar persoalannya,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













