Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi, Alfred Baun, menilai pemerintahan Eduard M. Lioe dan Johny A. Konay kehilangan arah meski sudah lebih dari 100 hari menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati TTS.
Timor Savana, Soe –Sudah lebih dari empat bulan sejak Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Eduard Markus Lioe dan Wakil Bupati Johny Army Konay resmi dilantik. Namun, alih-alih menunjukkan arah yang jelas dalam tata kelola pemerintahan, keduanya justru dinilai masih berjalan tanpa pegangan yang kokoh.
Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi, Alfred Baun, menyebut kondisi itu sebagai kegagalan membangun kerangka kerja sejak hari pertama menjabat. “Kalau ukurannya 100 hari kerja, ini sudah 120 hari. Tapi yang kita lihat justru kebingungan arah,” ujar Alfred dalam keterangannya, Selasa (9/7).
Menurut Alfred, sebuah pemerintahan yang baru dilantik seharusnya langsung mengarahkan seluruh perangkat daerah untuk bekerja berdasarkan visi dan misi kepala daerah. “Itu yang menjadi dasar pikiran, bukan menunggu satu tahun dulu baru kelihatan tujuannya,” tegasnya.
Ia menyindir konsep “Rabu Putih” yang pernah digaungkan oleh pasangan Eduard-Johny sebagai simbol semangat baru. “Rabu putih itu cerminnya harus seperti Kota Solo, bersih dan tertata. Tapi di TTS, justru tambah amburadul,” katanya.
Kritik tajam juga dilontarkan Alfred pada ketidakjelasan prioritas pembangunan. Ia menilai belum ada langkah konkret yang menunjukkan perubahan arah kebijakan dari pemerintahan sebelumnya. “Dinas-dinas pun belum diarahkan dengan jelas. Semua tampak berjalan sendiri-sendiri,” tambahnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













