Akhiri Masa Jabatan, Pj. Gubernur NTT Andriko Susanto Kunjungi Rote Ndao

Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250217 WA0019

Setelah itu, Pj. Gubernur NTT serta rombongan bertolak ke Dermaga Mulut Seribu untuk berlayar menuju PT. Cakrawala Lautan Abadi (CLA) yang merupakan perusahaan budidaya Lobster yang terletak di perairan Mulut Seribu, Desa Pukuafu, Kecamatan Landu Leko.

Sesampainya di sana, Pj. Gubernur NTT pada momentum tersebut mengapresiasi Kabupaten Rote Ndao yang dapat menyuplai kebutuhan Lobster yang merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia.

“Saya berterima kasih karena bisa berkunjung ke sini, salah satu titik yang sangat berharga dan melihat langsung bagaimana Lobster dibudidaya. Terlebih tempatnya termasuk surga yang tersembunyi yang dimiliki oleh Rote Ndao. Lobster kita tahu merupakan masa depan pangan internasional. NTT dianugerahi hasil laut yang melimpah. Kekayaan yang harus kita jaga dan manfaatkan untuk kemakmuran masyarakat,” jelas Pj. Gubernur Andriko.

“Beberapa faktor yang membuat harga lobster mahal di Indonesia, di antaranya waktu lama untuk budi daya lobster, pakan sampai biaya operasional, perawatan dan metode budidaya. Semua itu harus benar-benar kita perhatikan baik-baik.” Ujar Pj. Gubernur NTT.

Usai dari Mulut Seribu, Pj. Gubernur NTT menuju titik terakhir yakni beliau menanam Padi bersama para Petani di Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur.

Dalam arahannya usai melakukan penanaman Padi bersama, Pj. Gubernur NTT menghimbau agar masyarakat setempat yang juga mayoritas berprofesi sebagai Petani selain benar-benar memaksimalkan lahan yang tersedia untuk ditanami Padi, Jagung dan tanaman hortikultura lainnya namun Ia juga berdiskusi terkait beberapa kendala yang dialami para Petani setempat dan meminta untuk diusulkan proposal terkait berbagai kebutuhan, mulai dari pengadaan benih, pupuk hingga alat pertanian agar dapat meningkatkan hasil produksi pertanian.

“Agar Bapak Ibu Petani, Penyuluh, Kepala Desa dan Camat identifikasi baik-baik kebutuhan melalui proposal, agar diajukan dan dapat segera ditindaklanjuti. Pemerintah akan bantu mulai dari benih terbaik, pupuk hingga alat-alat pertanian, traktor dan pompa air hingga sumur bor,” ucap Pj. Gubernur Andriko.

Baca Juga :  BP3MI Sebut 1360 Pekerja Migran Asal NTT Didominasi Perempuan

“Juga program makan bergizi gratis yang membutuhkan banyak sumber daya pangan, kita harapkan supply chainnya berasal dari kita sendiri.” Jelasnya.*

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT
  • Bagikan