Kupang – Tiga siswa berprestasi asal Nusa Tenggara Timur, Bernard Anthony Lawu, Putry Betim Meo Tnunai, dan Kesya Angwar, mendapatkan kesempatan emas untuk melanjutkan pendidikan ke China melalui program beasiswa yang difasilitasi oleh Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI NTT). Ketiganya akan berangkat pada tanggal 11 Oktober mendatang untuk mempelajari bidang-bidang keahlian spesifik yang diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi pembangunan NTT di masa depan.
Bernard Anthony Lawu mengungkapkan perasaan senang dan gelisah menyambut kesempatan ini. Ia senang karena mendapatkan peluang untuk belajar teknologi pertanian yang sangat relevan dengan kebutuhan wilayah asalnya. Namun, ia juga merasa gelisah karena ini merupakan kali pertama ia bersekolah jauh dari pengawasan orang tua. Bernard telah mempersiapkan diri dengan baik untuk memenuhi target yang ditetapkan oleh lembaga beasiswa, termasuk mempelajari bahasa Mandarin dan memperkuat kemampuan bahasa Inggris.
Putry Betim Meo Tnunai juga merasa sangat bersyukur atas kesempatan ini. Ia akan mempelajari bioteknologi farmasi dengan harapan dapat kembali ke desanya di Buraen dan memperbaiki sistem kesehatan yang masih kurang memadai. Menurutnya, banyak kematian di desanya disebabkan oleh penanganan medis yang minim, dan dengan ilmu yang didapat, ia bercita-cita membangun sistem kesehatan yang lebih baik bagi masyarakatnya.
Kesya Angwar, yang akan menempuh pendidikan di bidang bioteknologi dan farmasi, sempat mengalami kesulitan dalam proses seleksi perguruan tinggi lainnya. Namun, ia tetap optimis dengan peluang yang diberikan oleh INTI NTT. Kesya berharap, setelah menyelesaikan pendidikannya, ia dapat bekerja di laboratorium dan bahkan berencana untuk menetap di China jika ada tawaran pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahliannya.
Ketiga siswa ini menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada INTI NTT dan seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka. Mereka berharap program beasiswa ini akan terus memberikan kesempatan kepada anak-anak berprestasi lainnya di NTT yang memiliki potensi besar namun terbatas akses pendidikan. Bernard, Putry, dan Kesya berkomitmen untuk tidak mengecewakan harapan yang telah diberikan kepada mereka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













