Ketua Komisi IV DPRD TTS, Religius Usfunan, menegaskan pemerintah daerah jangan cuci tangan atas kasus 15 siswa SDN Fafioban yang nyaris keracunan makanan bergizi gratis (MBG) pada 11 Agustus 2025.
Timor Savana, Soe – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Religius Usfunan (Egi), meminta pemerintah daerah untuk tidak cuci tangan terkait insiden 15 siswa SDN Fafioban, Kecamatan Mollo Barat, yang nyaris keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG)pada Senin, 11 Agustus 2025.
Menurut Egi, program ini merupakan kebijakan baik dari pemerintah pusat yang seharusnya menjadi peluang daerah untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan. Namun, ia menegaskan, aspek higienis makanan harus benar-benar diperhatikan agar tidak membahayakan kesehatan penerima manfaat.
“Badan Gizi Nasional harus bisa mengevaluasi. Dapur-dapur yang awalnya dikatakan steril harus dipastikan benar-benar steril dalam praktiknya,” ujarnya di usai pelantikan Yoram Nakamnanu, anggota DPRD TTS yang menggantikan alm. Jisbar Nenohaifeto, Selasa (12/8/2025).
Egi menyoroti sistem distribusi makanan yang dinilainya rawan menimbulkan risiko kesehatan. Ia mencontohkan jika proses memasak dilakukan malam hari dan pengantaran baru dilakukan pagi keesokan harinya, maka kualitas makanan berpotensi menurun.
“Kalau menunya tidak dikelola dengan baik, saat sampai tujuan bisa rusak. Itu bisa menyebabkan keracunan, sakit perut, atau gangguan kesehatan lainnya,” tegasnya.
Ia menjelaskan, sesuai rujukan aturan, Badan Gizi Nasional bertanggung jawab mengawasi operasional dapur dan sistem distribusi, termasuk berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













