Menurut Suratmi, langkah preventif sangat penting untuk menghindari jatuhnya korban lebih lanjut, terutama di kalangan calon pekerja migran. “Yang kita pikirkan adalah bagaimana cara kita berkolaborasi untuk mencegah masalah-masalah ini terus berulang di NTT,” tambahnya.
Pentingnya edukasi dan peningkatan prosedur penempatan tenaga kerja migran menjadi salah satu fokus yang harus diatasi oleh pemerintah dan masyarakat. Suratmi berharap ada kerja sama yang lebih baik antara pemerintah daerah, BP3MI, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan proses perekrutan dan penempatan pekerja migran dilakukan dengan benar dan aman.
Dengan memperbaiki sistem penempatan tenaga kerja migran, Suratmi berharap kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang, mengingat pentingnya melindungi pekerja migran Indonesia, baik yang bekerja secara legal maupun yang masih berstatus ilegal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













