“Kami ingin agen-agen ini berperan aktif dengan cara yang kreatif, seperti membuat video, poster, atau media lainnya yang mudah dipahami teman-temannya,” tambah Marselina. Ia berharap gerakan ini mampu menjembatani informasi penting tentang pencegahan kekerasan kepada generasi muda.
Pelaporan kasus kekerasan di SMA Negeri 1 Kupang kini semakin mudah dengan sistem barcode yang ditempel di setiap kelas. “Siswa dapat melaporkan kasus kekerasan verbal maupun nonverbal melalui scan barcode, sehingga laporan cepat diterima dan ditindaklanjuti,” ujar Marselina.
Sekolah juga melibatkan alumni yang kini berprofesi sebagai psikolog untuk mendukung program kesehatan jiwa siswa. Selain itu, aktivitas siswa dipadatkan dengan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler untuk mencegah perilaku menyimpang.
“Pemantauan terhadap pelaporan dilakukan secara berkala oleh satgas. Kami ingin memastikan tidak ada kekerasan yang terpendam dan semua siswa merasa aman di lingkungan sekolah,” tutup Marselina.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













