Pengeroyokan terencana di Fatukopa, TTS. Ifan Fallo jadi korban kekerasan brutal, kasus telah dilaporkan ke polisi dan korban menolak damai.
AmanubanTimur, Timorsavana.com— Kasus dugaan pengeroyokan yang diduga kuat telah direncanakan terjadi di Desa Elo, Kecamatan Fatukopa, Kabupaten Timor Tengah Selatan, pada 26 Maret 2026. Korban, Ifan Fallo, menjadi sasaran kekerasan brutal oleh sekelompok pelaku dalam serangan yang berlangsung sistematis dan tanpa ampun.
Peristiwa ini telah dilaporkan ke Polsek Amanuban Timur dan kini tengah ditangani aparat penegak hukum. Laporan tersebut teregister dengan nomor: LP/B/8/III/SPKT/Polsek Amanuban Timur/Polres Timor Tengah Selatan/Polda Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan keterangan korban, rangkaian kejadian bermula saat dirinya hendak menuju rumah kakeknya di wilayah Eonana, Fatukopa. Dalam perjalanan malam itu, korban sempat diminta oleh seorang warga bernama Anik Efi untuk mengantar sebuah drum ke kebun menggunakan sepeda motor.
Namun sepulang dari lokasi kebun, situasi mulai berubah. Korban menyadari dirinya dibuntuti oleh dua sepeda motor, yang mengindikasikan adanya pengawasan sejak awal.
Kecurigaan tersebut semakin menguat saat korban dihentikan di depan rumah kepala desa dan diinterogasi oleh dua pria, Loka Metboki dan Jemris Koebanu. Ketegangan sempat terjadi, namun berhasil diredam setelah istri kepala desa meminta mereka membubarkan diri.
Meski sempat mereda, peristiwa itu diduga hanya bagian dari skenario yang lebih besar. Korban kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah kakeknya tanpa menyadari bahwa dirinya telah menjadi target.
Sekitar pukul 21.00 WITA, korban kembali keluar bersama tiga rekannya untuk membeli rokok. Dalam perjalanan, korban kembali dipanggil oleh para pelaku dan diminta masuk ke salah satu rumah.
Tanpa menaruh kecurigaan, korban dan teman-temannya memenuhi ajakan tersebut. Namun, setibanya di halaman rumah, korban langsung disergap.
Marsel Koebanu disebut sebagai pelaku pertama yang melayangkan tendangan keras ke bagian dada korban. Serangan kemudian berlanjut ketika Yohanis Manu, yang diketahui menjabat sebagai ketua RT, menghantam pelipis korban dan disusul pukulan ke bagian hidung.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













