Jakarta – Enam bulan menjelang batas akhir pemenuhan modal inti, beberapa Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang belum memenuhi batas modal minimal Rp 3 triliun mulai bergegas menyusun rencana. Salah satu opsi yang banyak digunakan adalah penggabungan melalui Kelompok Usaha Bank (KUB).
Terbaru, Bank DKI sebagai salah satu induk KUB, mengungkapkan tengah berproses untuk melakukan penyertaan modal terhadap Bank NTT. Dengan modal disetor hingga tahun 2023 tercatat sebesar Rp 2,04 triliun, Bank NTT akan menjadi satu-satunya bank yang tergabung dalam KUB milik Bank DKI.
Plt. Direktur Utama Bank DKI, Amirul Wicaksono, menjelaskan bahwa prosesnya saat ini masih dalam tahap due diligence antara Bank DKI dan Bank NTT. “Kami pastikan saat ini kami hanya memiliki satu bank yaitu Bank NTT, karena BPD yang belum memenuhi modal sudah ada pasangannya masing-masing,” ujar Amirul.
Amirul juga mengungkapkan bahwa belum diketahui berapa besar penyertaan modal yang akan dilakukan oleh Bank DKI untuk Bank NTT, karena masih menunggu hasil due diligence dan perhitungan yang sedang dilakukan. Tantangan dalam proses ini termasuk keputusan dari pemegang saham masing-masing bank untuk memberikan persetujuan.
“Kami menggunakan konsultan untuk due diligence dan setelah ada hasilnya baru akan disampaikan kepada pemegang saham. Jika mereka setuju, baru kami bisa mencapai kesepakatan,” tambahnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













