Efisiensi Anggaran dan Pengelolaan Keuangan yang Transparan
Gubernur Melki juga menyinggung tentang Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang menekankan efisiensi dalam pengelolaan APBN dan APBD. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal penghematan, tetapi memastikan penggunaan anggaran yang tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat.
“Sebagai pemimpin daerah, kita diwajibkan untuk menerjemahkan kebijakan ini dengan penuh tanggung jawab dan transparansi, menghindari pemborosan, dan memastikan pengelolaan anggaran tepat sasaran. Pengelolaan anggaran harus efisien, tepat sasaran, dan bebas kebocoran. Dalam ruang fiskal terbatas, kita harus memprioritaskan program yang berdampak langsung pada masyarakat untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan NTT,” harapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran harus menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat.
“Efisiensi anggaran bukan hanya soal mengurangi angka, tetapi memaksimalkan hasil dari setiap program untuk menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan. Fokus kita harus pada prioritas pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat, mengurangi ketimpangan sosial, dan mewujudkan NTT yang lebih sejahtera dan adil. Dengan tekad dan kerja sama solid, kita akan menjadikan NTT sebagai contoh efisiensi dalam pengelolaan anggaran, membawa kita pada kemajuan dan kesejahteraan merata bagi seluruh masyarakat Flobamorata,” tegasnya.
Memanfaatkan Potensi Daerah untuk Pembangunan Berkelanjutan
Dalam pidatonya, Gubernur Melki menyoroti potensi besar yang dimiliki NTT di berbagai sektor, termasuk pertanian, perikanan, kelautan, peternakan, pariwisata, dan energi terbarukan. Ia menekankan bahwa pengelolaan yang optimal terhadap sektor-sektor ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












