Selain pengendalian inflasi, Gubernur menegaskan bahwa digitalisasi menjadi faktor penting dalam peningkatan efisiensi, akuntabilitas, dan kesejahteraan masyarakat. “Digitalisasi bisa diterapkan dalam pemetaan data, perencanaan pembangunan, efisiensi distribusi, serta penguatan sektor industri dan hilirisasi produk unggulan,” tambahnya.
Sejalan dengan hal itu, Wakil Gubernur Johanis Asadoma menekankan pentingnya kerja sama dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang. “HLM ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi inflasi yang meningkat. Kita harus bersatu dan bekerja sama agar stabilitas harga dan ketersediaan barang tetap terjaga, sehingga tidak terjadi krisis yang berdampak pada harga produk lokal dan dalam negeri,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan pembentukan satuan tugas (Satgas) pengendalian inflasi daerah yang diisi oleh para ahli ekonomi, serta mengajak TNI dan Polri untuk turut mengawasi distribusi barang agar tidak terjadi praktik penimbunan yang dapat menyebabkan kelangkaan stok.
“Kita juga harus menggenjot sektor pertanian, peternakan, dan perikanan agar tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan. Ketahanan pangan harus kuat, sesuai dengan arahan Presiden untuk mengoptimalkan potensi produksi demi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












