Menurut Piter, amarah Johni kerap muncul atas alasan yang tidak masuk akal. Ia pernah dimarahi hanya karena meminta izin dua hari untuk membantu Tii (adik dari ayah kandungnya) membangun rumah di Bosen. “Waktu itu dia bilang dia marah saya karena saya bantu saya punya tii kerja rumah. Itu waktu saya ijin dua hari. Dia marah saya karena saya cerita bilang kami buat rumah pake “atoin maaf”. Saat itu dia bilang hanya buat rumah sa pake atoin amaf?
Meskipun sudah meminta izin, Piter mengaku tetap diminta masuk kerja pada sore harinya. Namun saat ia patuhi permintaan itu, ia justru kembali dimarahi oleh Johni. “Beta terlambat masuk, dia marah. Ijin dua hari, suruh masuk sore Ju, dia marah,” ungkapnya.
Piter menyayangkan perlakuan yang diterimanya selama bekerja di tempat pangkas milik Joni. Bahkan, sering meminta ijin orang tua untuk berhenti bekerja namun ditolak.
Kalau dia marah, kalau sampe rumah saya bilang orang tua ko berenti kerja sambil kumpul uang ko bangun usaha sendiri tapi mama yang sonde mau.
Meski berada dalam tekanan mental dan fisik, Piter tetap berharap proses hukum terhadap dirinya berjalan adil. Ia membantah seluruh tuduhan dan berharap keadilan ditegakkan berdasarkan fakta, bukan pengakuan yang dipaksakan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












