Kondisi ini memunculkan wacana untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh penginapan di TTS. Menurut Buce, pemeriksaan tidak akan berhenti pada dua hotel saja. “Temuan ini jadi pintu masuk untuk pengawasan lebih luas. Semua hotel akan kami periksa, tanpa kecuali,” katanya.
Langkah ini dilakukan demi menjaga citra Kota SoE sebagai ibu kota kabupaten yang aman dan bermartabat. Buce menegaskan bahwa operasi serupa akan digelar rutin dua kali seminggu untuk memperkuat kontrol sosial dan moral di ruang publik.
“Kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa kota ini milik kita semua. Masyarakat harus turut aktif menjaga ketertiban dan menolak praktik-praktik yang merusak,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













