“Saya sudah berdiskusi dengan PLN. Mereka menjelaskan bahwa pemadaman yang terjadi beberapa hari terakhir sebagian merupakan pekerjaan perbaikan yang direncanakan, namun ada juga gangguan di luar rencana. Oleh karena itu, PLN memerlukan waktu untuk memperbaikinya. Mari kita semua mendukung dan memahami situasi ini agar tim PLN bisa bekerja dengan optimal dan melayani masyarakat dengan baik,” ujar Emi.
Emi juga menekankan pentingnya komunikasi yang jelas antara PLN dan masyarakat.
“Saya meminta PLN untuk terus memberikan informasi terkini mengenai kondisi sistem kelistrikan agar masyarakat bisa memahami dan mempersiapkan diri. Ke depan, saya berharap gangguan mendadak seperti ini bisa dikurangi dan dicegah. Kami akan terus mendukung PLN dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.
Selain fokus pada pemulihan sistem, PLN juga berkomitmen untuk menambah kapasitas pembangkit listrik ramah lingkungan, seperti pembangkit tenaga surya, air, dan panas bumi, sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mewujudkan masa depan yang lebih hijau serta berkelanjutan.
Meskipun Pulau Timor tengah menghadapi tantangan akibat gangguan listrik, semangat kerja sama antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat tetap menjadi kekuatan utama. Dengan target beroperasinya kembali PLTU Timor Unit 1 pada 7 November 2025 malam**, diharapkan sistem kelistrikan Pulau Timor segera kembali stabil sehingga aktivitas masyarakat, usaha, dan perekonomian dapat berjalan normal.
“Kami berterima kasih atas kesabaran, pengertian, dan dukungan masyarakat selama ini. Bersama-sama, kita bangun Pulau Timor yang terang dan sejahtera,”tutup Eko Sulistyono.**
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













