Lebih lanjut, Ayodhia menyampaikan saat ini Kota Kupang dan sejumlah wilayah lain di Provinsi NTT masih menghadapi minimnya ketersediaan air.
“NTT juga turut menghadapi permasalahan besar dalam penyediaan air bersih. Seperti, minimnya cakupan pelayanan PDAM di Kota Kupang yang berada pada persentase 11,09 % dan Kabupaten Kupang pada persentase 18,64%. Sedangkan permasalahan lain dalam pengelolaan limbah air disebabkan oleh beberapa isu seperti, minimnya ketersediaan lahan untuk pengelolaan limbah air dan pengelolaan air bersih yang belum dikelola secara maksimal, kondisi geografis yang menyebabkan sulitnya proses pemasokan air bersih dan terbatasnya anggaran operasional dan perawatan,” ujarnya.
Pj. Gubernur Ayodhia pada forum ini menuturkan, program GII kini berada pada status sedang berjalan meliputi 3 sektor yaitu penyediaan air, pengelolaan air limbah dan pengelolaan sampah.
“Program GII dilaksanakan pada sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur yaitu Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Sumba Timur, dan Kabupaten Manggarai Barat. Scoping Mission akan menentukan usulan GII di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang bertujuan untuk melakukan kajian awal terkait kondisi terkini di NTT pada sektor pengelolaan air limbah, dan penyediaan air, ketersediaan dan status lahan, pengawasan dan dampak emisi gas rumah kaca,” jelasnya.
Menutup paparannya, Pj. Gubernur Ayodhia menyampaikan apresiasi kepada Ambassador of the Federal Republic of Germany to Indonesia, Ina Lepel, dan Deputi Bidang Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan yang telah melibatkan Provinsi NTT dalam Program GII. Pj. Gubernur Ayodhia berharap agar program ini dapat didukung oleh semua pihak baik di tingkat nasional maupun internasional untuk mewujudkan ketersediaan air bersih, sanitasi yang baik dan akan memberikan kontribusi pada peningkatan ekonomi di Provinsi NTT sekaligus peningkatan sektor industri, komersial, pariwisata, dan pelayanan publik.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada semua pihak atas terselenggaranya program ini. Saya yakin bahwa diskusi hari ini sangat bermanfaat untuk Provinsi NTT. Saya berharap agar kita tetap melanjutkan kerjasama untuk membangun NTT dan saya berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama yang telah diselnggarakan,” Tutupnya.
Turut hadir pada kesempatan ini sebagai narasumber yakni Deputi Bidang Prasarana dan Sarana Bappenas, Ervan Maksum, Direktur Sanitasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR, Tanozisochi Lase, Country Director KFW Office Jakarta, Burkhard Hinz dan Penasihat Senior GID-GIZ, Muhamad Karnaluddin sebagai moderator.
Untuk diketahui, sebelumnya sejak Sabtu (18/5), Pj. Gubernur Ayodhia selaku Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi turut menghadiri sejumlah rangkaian kegiatan WWF diantaranya, menghadiri Upacara Melukat sebagai salah satu upacara pembersihan spiritual di Bali, menghadiri pembukaan WWF di Magupura Hall, BICC, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada Bilateral Meeting bersama Presiden Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe dan delegasi, menyambut kedatangan Minister of Water Resource of the People’s Republic of China (PRC), Li Guoying di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, menyambut Elon Musk serta menghadiri Indonesia-UAE (United Arab Emirates) Business Roundtable Discussion. *
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













