Pj. Gubernur NTT Ayodhia Kalake Hadiri Pelepasan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 di Provinsi NTT

  • Bagikan
IMG 20240727 WA0003

Sebelumnya Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati mengungkapkan ERB merupakan wujud amanah yang diberikan Undang-Undang kepada BI yaitu mendistribusikan uang hingga ke pelosok Indonesia.

“Rupiah sebagai alat pembayaran memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran pergerakan ekonomi. Oleh karena itu, BI melalui kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat berkerjasama dengan kegiatan operasi rutin TNI AL mendorong aktifitas ekonomi masyarakat diwilayah Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T) antara lain, dengan penarikan uang lusuh (clean money policy), menjaga ketersediaan Rupiah sampai ke pelosok daerah dan mendorong perekonomian melalui gerakan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah (CBP). Adapun tujuan kegiatan ini adalah menjaga kedaulatan Rupiah sebagai salah satu simbol negara, menjamin ketersediaan uang layak edar dan mewujudkan kepedulian pemerintah kepada masyarakat melalui kegiatan sosial dan edukasi,” jelasnya.

IMG 20240727 WA0006

Sementara itu, Wakil Komandan Lantamal VII, Kolonel Marinir Aris Budiadi mengungkapkan, “Kegiatan ini merupakan sinergi BI dan TNI AL dalam pendistribusian, pengamanan dan pengawalan uang Rupiah ke wilayah 3T. Harapannya kegiatan ini akan memberi kemudahan bagi masyarakat akan kebutuhan uang layak edar sebagai bentuk kerjasama BI dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan mendukung pembangunan nasional,” ungkapnya.

Pelepasan Tim ERB di Provinsi NTT ini ditandai penekanan tombol sirine dan pelepasan tali tambat KRI setelah sebelumnya Pj. Gubernur Ayodhia Kalake dan undangan melakukan penyematan rompi kepada 16 Tim ERB dan meninjau secara langsung KRI Ajak (653).

Turut hadir pada kesempatan ini, Forkopimda Provinsi NTT, Perwakilan Pejabat Pemerintah Kota Kupang, Jajaran Pimpinan BI Perwakilan Provinsi NTT dan Perwakilan Perbankan.*

  • Bagikan