Plt. Kepala Bulog Cabang Maumere Melkisedek Bang dihadapan Pj. Gubernur NTT saat peninjauan di gudang beras tersebut memastikan bahwa ketersediaan stok beras di Kabupaten Sikka aman hingga akhir tahun dan awal tahun depan dengan stok cadangan beras sebanyak 444 ton.
Pj. Gubernur NTT Ayodhia Kalake pada kesempatan tersebut juga mengatakan, walaupun ketersediaan stok beras masih tergolong aman, namun upaya-upaya diversifikasi (penganekaragaman) pangan harus juga menjadi alternatif dari pemerintah dimana hal ini sangat penting kedepannya, sebagai upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap konsumsi beras.
Menurutnya diversifikasi dan pengembangan pangan lokal merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan ketersediaan pangan bagi seluruh rumah tangga dalam jumlah yang cukup dengan mutu dan gizi yang layak, aman dikonsumsi, merata serta terjangkau bagi setiap masyarakat.
“Masyarakat kita ini kalau belum makan nasi, itu berarti belum makan. Maka kedepannya, salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan beras, kita harus mulai kembangkan dan jadikan panganan lokal dalam menu keseharian kita, seperti konsumsi singkong, ubi, jagung. Toh itu lebih sehat dari pada nasi.” Jelas Pj. Gubernur Ayodhia Kalake disela-sela tinjauan ke Gudang beras bulog Cabang MaumereMaumere.
Turut hadir mendampingi Pj. Gubernur NTT dalam tinjauan tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab. Sikka Ambrosius Peter dan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMK Kab. Sikka Yosef Benyamin.**
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













