Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) melalui Balitbangda menggelar Lomba Inovasi Daerah 2025 bertema “Inovasi Baru Kabupaten TTS Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Berkelanjutan.” Kegiatan ini diharapkan mendongkrak indeks inovasi daerah agar masuk 10 besar nasional.
Timorsavana.com||TTS – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terus berupaya meningkatkan kualitas kinerja pemerintahan melalui penguatan budaya inovasi. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah penyelenggaraan Lomba Inovasi Daerah Kabupaten TTS Tahun 2025 yang dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten TTS.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi perangkat daerah dan kecamatan untuk menjaring ide-ide kreatif serta solusi inovatif dalam penyelenggaraan pemerintahan. Lomba tersebut diharapkan mampu menciptakan perubahan nyata di lingkungan birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang efisien, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui lomba ini, Pemerintah Kabupaten TTS menargetkan munculnya inovasi di berbagai bidang, mulai dari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga inovasi berbasis potensi daerah. Semua ide akan dinilai berdasarkan tingkat kebermanfaatan, keberlanjutan, serta dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Bidang Penelitian, Riset, dan Inovasi Balitbangda Provinsi NTT, Noverius Henutesa Nggili, S.Pt., M.Si, mengatakan bahwa lomba ini merupakan langkah penting untuk memperkuat indeks inovasi Kabupaten TTS agar bisa bersaing di tingkat nasional.
“Kita berharap tahun ini indeks inovasi Kabupaten TTS bisa meningkat signifikan. Tahun lalu statusnya masih ‘inovatif secara nasional’, mudah-mudahan tahun ini bisa menjadi ‘terinovatif’ dan masuk nominasi 10 besar nasional,” ujar mantan Kasat Samsat TTS itu.
Kepada TimorSavana.com, Noverius, sejumlah kabupaten di NTT seperti Belu, Rote Ndao, dan Sumba Timur sebelumnya berhasil menembus 10 besar nasional berkat dukungan coaching clinic dan pendampingan intensif. Ia berharap Kabupaten TTS bisa mengikuti jejak tersebut.
Menurutnya, kualitas inovasi yang dihasilkan menjadi kunci utama peningkatan indeks. “Kami dorong agar tahun depan TTS bisa menghasilkan tidak hanya banyak inovasi, tetapi inovasi yang berkualitas. Minimal 10 sampai 15 inovasi unggulan yang bisa masuk penilaian nasional,” katanya menegaskan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













